Hukum : Pengertian, Ciri, Unsur, Fungsi, Sifat dan Tujuan [Lengkap]

materi hukum

Materi Lengkap Tentang Hukum – Indonesia adalah negera hukum seperti yang tertera dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat (3). Hukum menjadi keharusan dalam kehidupan bangsa dan negara, karena hukum dapat menciptakan ketertiban dan keadilan pada masyarakat.

Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan mereka yang akan dipilih.

Lalu apa pengertian hukum? simak penjelasan lengkap berikut ini :

Pengertian Hukum

Pengertian hukum secara umum

Perlu diketahui bahwa pengertian hukum hingga saat ini belum ada kesepakatan/kesepahaman dari para ahli. Namun dalam perumusannya, pengertian hukum harus menganut unsur-unsur hukum yang ada. Kalian bisa baca tentang unsur-unsur hukum di artikel ini

Hukum adalah sistem yang ditetapkan oleh lembaga berwenang guna membatasi tingkah laku manusia, berisi perintah atau larangan untuk melakukan sesuatu.

Pengertian hukum menurut kbbi

  1. Peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat, yang dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah;
  2. Undang-undang, peraturan, dan sebagainya untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat;
  3. Patokan (kaidah, ketentuan) mengenai peristiwa (alam dan sebagainya) yang tertentu;
  4. Keputusan (pertimbangan) yang ditetapkan oleh hakim (dalam pengadilan); vonis;

Ciri-Ciri Hukum

Berikut adalah ciri-ciri hukum :

  1. Peraturan yang bersifat memaksa
  2. Berisi perintah dan atau larangan
  3. Perintah dan atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang
  4. Peraturan yang diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib
  5. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat
  6. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut tegas

Unsur-Unsur Hukum

Unsur-unsur hukum yang dimaksudkan adalah bahwa peraturan-peraturan hukum itu meliputi unsur unsur sebagai berikut :

1. Peraturan yang mengatur tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup bermasyarakat

Maksudnya adalah hukum mengatur tingkah laku atau tindakan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang berisikan perintah dan larangan. Hukum yang hendak dibuat oleh aparatur negara hendaknya mencakup tentang peraturan yang mengikat tentang tingkah laku dan pergaulan hidup masyarakat.

Contohnya adalah agar masyarakat terlindungi dari tindak kejahatan, maka diberlakukanlah hukum pidana. Dalam salah satu pasal KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) ditegaskan bahwa: “Barangsiapa menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja, diancam hukuman penjara.”

2. Peraturan yang ditetapkan oleh badan-badan resmi negara

Peraturan hukum ditetapkan oleh lembaga atau badan yang berwenang. Jadi hukum tidak boleh dibuat oleh orang biasa melainkan oleh lembaga yang berwenang.

Sifat hukum ini bersifat mengikat masyarakat luas. Misalnya, hukum tentang peraturan daerah hendaklah dibuat oleh pemerintah daerah, bukan camat atau lurah dari daerah yang lain. Hal ini dikarenakan pihak yang membuat hukum telah diberi kepercayaan dan diputuskan oleh rakyat sendiri sebagai pembuat hukum yang sah.

Contohnya adalah KUHP itu dibuat resmi oleh negara, bukan oleh lembaga swasta.

3. Peraturan yang bersifat memaksa

Penegakkan hukum harus bersifat memaksa dimana peraturannya bukan untuk dilanggar tetapi untuk dipatuhi. Hukum yang tidak memaksa tentu akan mengurangi respon dari masyarakat untuk mematuhinya. Suatu hukum harus dilandaskan dengan konsep kebenaran dan sanksi bagi para pelanggarnya. Hal ini dimaksudkan untuk menyelaraskan keadaan masyarakat di negara.

Contohnya adalah ketika kita berkendara hendaknya mematuhi aturan atau rambu-rambu lalu lintas, bagi yang melanggaar akan dikenakan sanksi.

4. Peraturan yang memiliki sanksi yang tegas

Hukum mempunyai sanksi di setiap pelanggaran, sanksinya tegas dan diatur dalam peraturan hukum. Hukum perlu dilandaskan dengan sanksi yang tegas sehingga semua rakyat merasa jera dan enggan untuk melakukan pelanggaran di kehidupan masyarakat.

Contohnya hukuman mati untuk para pengedar narkoba dan hukuman penjara untuk para koruptor.

Fungsi Hukum

Fungsi hukum secara umum

Fungsi hukum secara umum adalah sebagai berikut :

  1. Hukum berfungsi untuk melindungi kepentingan manusia
  2. Sebagai alat ketertiban masyarakat
  3. Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial
  4. Sebagai alat perubahan sosial
  5. Sebagai alat kritik
  6. Hukum berfungsi menyelesaikan bertikaian

Fungsi hukum menurut Theo Huijbers

  1. Memelihara kepentingan umum dalam masyarakat
  2. Menjaga hak-hak manusia
  3. Mewujudkan keadilan dalam hidup bersama

Fungsi hukum menurut Lawrence M. Friedmann

Menurut Lawrence M. Friedmann, dalam bukunya “Law and Society an Introduction”, fungsi hukum adalah :

  1. Pengawasan/pengendalian sosial (social control)
  2. Penyelesaian sengketa (dispute settlement)
  3. Rekayasa sosial (social engineering)

Fungsi hukum menurut Achmad Ali

  1. Sebagai “a tool of social control”
  2. Sebagai “a tool of social engineering”
  3. Sebagai simbol
  4. Sebagai “a political instrument”
  5. Sebagai integrator

Sifat Hukum

Secara Umum Sifat Hukum terdiri dari 2 jenis yaitu  :

1. Hukum yang imperative (memaksa) adalah hukum yang harus ditaati apabila terjadi pelanggaran dan sanksi yang jelas. Contohnya adalah hukum pidana.

2. Hukum yang Fakultatif (mengatur/himbauan) adalah hukum yang bersifat bisa dilaksanakan atau tidak. Pada umumnya norma seperti ini dipergunakan dalam lingkup perdata dan administrasi negara. Contohnya adalah Pasal 51 ayat (1) Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Tujuan Hukum

Hukum bertujuan untuk menjaga dan mencegah setiap orang untuk tidak menjadi hakim terhadap diri sendiri. Hakikatnya tujuan hukum yaitu untuk memberikan kebahagiaan dan keadilan. Berikut adalah tujuan hukum :

Tujuan hukum secara umum

  1. Mendatangkan kemakmuran dalam kehidupan di masyarakat
  2. Mengatur pergaulan hidup manusia agar damai
  3. Memberikan petunjuk bagi orang-orang dalam pergaulan masyarakat
  4. Menjamin kebahagiaan sebanyak-banyaknya pada semua orang
  5. Sarana untuk mewujudkan keadilan sosial
  6. Sarana penggerak pembangunan

Tujuan Hukum Menurut Pendapat Para Ahli

1. Aristoteles (teori etis)

Menurut Aristoteles tujuan hukum ialah semata-mata untuk mencapai keadilan. Maksudnya adalah memberikan kepada setiap orang atau masyarakat, apa yang menjadi haknya. Disebut dengan teori etis karena isi hukumnya semata-mata ditentukan oleh kesadaran etis mengenai apa yang adil dan yang tidak adil.

2. Jeremy Bentham (teori utilitis)

Menurut teori utilitis hukum bertujuan untuk mencapai kefaedahan atau kemanfaatan. Artinya hukum itu bertujuan untuk menjamin kebahagiaan bagi sebanyak-banyaknya orang ataupun masyarakat.

2. Prof. Subeksi, S.H.

Untuk menyelenggarakan sebuah keadilan dan ketertiban sebagai syarat untuk mendatangkan kebahagiaan dan kemakmuran.

3. Van Apeldorn

Untuk mengatur tata tertib dan pergaulan hidup manusia secara damai dan adil, dan hukum itu sendiri menghendaki perdamaian.

4. Dr. Wirjono Prodjodikoro, S.H.

Untuk mengadakan keselamatan dan kebahagian serta tata tertib dalam lingkungan masyarakat.

5. Dr. Wirjono Prodjodikoro, S.H.

Untuk mengadakan keselamatan dan kebahagian serta tata tertib dalam lingkungan masyarakat.

6. Geny (D.H.M. Meuvissen: 1994)

Untuk mencapai sebuah keadilan dan sebagai unsur keadilannya adalah kepentingan daya guna dan kemanfaatan.

7. Bellefroid

Untuk menambah kesejahteraan umum atau kepentingan umum yaitu kesejahteraan atau kepentingan semua anggota2 suatu masyarakat.

8. Prof. Mr Dr. LJ. Apeldoorn

Untuk mengatur segala pergaulan hidup manusia dengan secara damai. Hukum menghendaki adanya suatu perdamaian.

9. Suharjo (Mantan Menteri Kehakiman)

Untuk mengayomi manusia baik secara aktif maupun secara pasif. Secara aktif dimaksudkan sebagai upaya untuk menciptakan suatu kondisi kemasyarakatan yang manusia dalam proses yang berlangsung secara wajar. Sedangkan yang dimaksud secara pasif adalah mengupayakan pencegahan atas upaya yang sewenang-wenang dan penyalahgunaan hak secara tidak adil.

10. Purnadi dan Soerjono Soekanto

Untuk kedamaian hidup setiap manusia yang terdiri dari ketertiban ekstern antarpribadi dan ketenangan intern pribadi setiap masyarakat.

Demikian materi lengkap tentang Hukum. Kesimpulan dari materi di atas bahwa hukum sangat penting untuk jalannya sebuah sistem terutama kenegaraan, semoga dengan mengerti sifat, fungsi, dan tujuan hukum manusia akan lebih menaati peraturan dan menjadi lebih baik.

Referensi
daftarinformasi.com/unsur-unsur-hukum
artonang.blogspot.com/2016/01/ciri-ciri-hukum.html
berandahukum.com/p/sifat-hukum.html
spengetahuan.com/2015/02/tujuan-hukum-menurut-para-ahli-terlengkap.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *