6 Jenis Umum dan Gejala Penyakit Anemia

anemia

Anemia adalah penyakit yang sudah sangat lazim ditemui, tapi sudahkah anda benar-benar mengetahui jenis dan gejalanya?

Sekilas Tentang Anemia

gejala anemia
Gejala gejala anemia

Anemia yaitu kondisi penurunan jumlah sel darah merah (eritrosit) atau hemoglobin di dalam darah. Karena jumlah sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui darah menurun, maka anemia juga biasa didefinisikan sebagai menurunnnya kemampuan darah untuk membawa/mendistribusikan oksigen. Anemia adalah penyakit/gangguan darah paling umum yang diderita oleh sekitar seperempat penduduk dunia. Efek paling terlihat dari anemia adalah menurunnya produktivitas atau kemampuan untuk beraktivitas/bekerja karena lemahnya tubuh; dalam beberapa tingkatan tertentu tergantung jenis dan keparahan anemia yang diderita.

Baca juga

Amnesia : Pengertian, Penyebab, Jenis dan Pengobatannya

Penyebab Rabun Jauh

Jenis-jenis Anemia

Berdasarkan penyebab, anemia memiliki tiga tipe umum: anemia karena kekurangan darah, anemia karena menurunnya produksi sel darah merah, dan anemia karena meningkatnya kerusakan sel darah merah. Dari tiga tipe utama tersebut, kita bisa melihat lebih jauh lagi jenis, klasifikasi, dan gejala-gejala anemia berdasarkan sumber masalah utamanya; dan berikut di antaranya:

Anemia Kekurangan Zat Besi

Ini adalah jenis anemia yang paling umum, dengan jumlah penderita mendekati angka 1 milyar di seluruh dunia. Anemia karena kekurangan zat besi adalah jenis anemia dimana darah mengandung zat besi yang terlalu sedikit. Jenis anemia ini paling umum ditemui pada wanita sebelum masa menopause dan pada remaja. Kehilangan banyak darah karena menstruasi berat, pendarahan internal pada saluran pencernaan, atau donor darah tanpa kontrol bisa menjadi penyebabnya. Contoh penyebab lainnya adalah pola makan buruk dan penyakit usus kronis.

Gejala & Tanda Anemia Jenis Ini

  • Pucat
  • Sakit kepala
  • Mudah marah/tersinggung

(Pada tingkat yang lebih parah, gejala dan tandanya termasuk:)

  • Sesak nafas (dyspnea)
  • Detak jantung cepat
  • Rambut dan kuku rapuh

Biasanya pengobatan yang dilakukan berupa pemberian suplemen zat besi dan penyesuaian pola dan kebiasaan makan (diet).

Anemia Kekurangan Asam Folat

Jenis anemia ini ditandai dengan kekurangan asam folat, salah satu dari kelompok vitamin B (B9), di dalam darah. Anemia ini biasanya disebabkan oleh asupan asam folat yang tidak cukup. Asam folat biasanya ditemukan pada sayuran. Sayangnya, asam folat bisa hilang atau luntur apabila sayuran dimasak terlalu matang. Konsumsi alkohol juga bisa menjadi biang keladi berkurangnya asam folat. Anemia jenis ini juga bisa terjadi pada masa kehamilan, dimana asam folat lebih banyak didistribusikan untuk kebutuhan kandungan. Gangguan atau kelainan darah lain juga bisa menjadi penyebab berkurangnya kandungan asam folat di dalam darah dan memicu anemia jenis ini.

Gejala & Tanda Anemia Jenis Ini

  • Lemah
  • Letih
  • Penyimpangan daya ingat/kehilangan ingatan
  • Mudah marah/tersinggung

Gangguan ini bisa dihindari dengan menambahkan asupan asam folat yang cukup ke dalam diet anda. Makanan yang kaya akan asam folat diantaranya adalah hati sapi, asparagus, dan kacang merah.

Anemia Pernisiosa

Anemia pernisiosa biasanya dialami oleh penderita berusia antara 50 – 60 tahun dan disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Penyakit ini biasanya bersifat turunan tetapi beberapa kasus lainnya menunjukkan bahwa anemia pernisiosa juga disebabkan oleh penyakit autoimun (autoimmune diseases), yaitu gangguan dimana sistem kekebalan tubuh justru menyerang dan merusak jaringan tubuh yang sehat secara tidak sengaja. Itulah mengapa penderita gangguan autoimun memiliki resiko tinggi mengalami anemia pernisiosa.

Gejala & Tanda Anemia Jenis Ini

  • Keletihan
  • Sesak nafas
  • Jantung berdebar
  • Mati rasa atau kesemutan, biasanya pada bagian kaki

Anemia Aplastik

Anemia aplastik disebabkan oleh hilangnya atau berkurangnya sel darah merah. Masalah ini bisa terjadi karena cedera tertentu sehingga darah yang membentuk jaringan di dalam sumsum tulang hancur. Oleh karena itu, penderita akan kesulitan melawan infeksi dan mudah mengalami pendarahan.

Gejala & Tanda Anemia Jenis Ini

  • Lesu
  • Pucat
  • Purpura, warna/bercak keunguan atau kemerahan pada kulit, disebabkan oleh pendarahan di bawah kulit
  • Pendarahan
  • Jantung berdetak cepat
  • Terjadinya infeksi
  • Gagal jantung kongestif, jantung tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh

Sampai saat ini penyebab pastinya belum diketahui, tetapi anemia aplastik diduga disebabkan oleh paparan racun tertentu dan virus hepatitis.

Anemia Sel Sabit

Anemia jenis ini pada hakikatnya bersifat turunan dan disebabkan oleh kondisi sel darah merah yang tidak normal (abnormal). Anemia sel sabit (sickle cell anemia) adalah penyakit anemia yang tidak dapat dicegah dan bisa mengancam jiwa penderitanya.

Gejala & Tanda Anemia Jenis Ini

  • Serangan nyeri pada bagian lengan, kaki, dan perut
  • Penyakit kuning yang nampak pada bagian putih mata
  • Demam
  • Keletihan kronis
  • Jantung berdetak cepat
  • Pucat

Komplikasi anemia ini meliputi borok (ulkus) pada kaki, syok, pendarahan otak, dan gangguan tulang (ortopedis).

Polisitemia

Polisitemia atau polisitemia vera (Polycythemia Vera) adalah penyakit yang umumnya dialami pria usia paruh baya dan ditandai dengan peningkatan jumlah sel darah merah, sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Kondisi yang terjadi adalah: proses reproduksi sel dan sel sumsum tulang dewasa terjadi sangat cepat dan intens tidak seperti biasanya. Penyebabnya hingga saat ini belum diketahui.

Gejala & Tanda Anemia Jenis Ini

  • Kulit Berwarna keunguan
  • Mata memerah
  • Sakit kepala
  • Pusing-pusing/pening
  • Pembesaran limpa

Meski tanda dan gejala anemia tampaknya luar biasa banyak, namun berita baiknya adalah sebagian besar jenis anemia bisa diobati dengan perawatan medis dan penataan pola makan (diet) serta asupan nutrisi yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *