Kalimat Aktif dan Pasif : Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh

kalimat aktif dan pasif

Sebelum kita membahas tentang bagaimana pola kalimat aktif dan pasif, alangkah lebih baik jika kita mengetahui terlebih dahulu mengenai pengertian dari kalimat aktif dan kalimat pasif. Hemat kata, sebenarnya perbedaan dari pengertian kalimat aktif dan pasif terletak pada subjeknya.

Yang dimaksud sebagai kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya menjadi pelaku dari sebuah pekerjaan ataupun kejadian. Sementara itu, pada kalimat pasif, subjek dikenai sebuah pekerjaan.

Kalimat Aktif

Pengertian Kalimat Aktif

Kalimat aktif merupakan sebuah kalimat yang subjek (S) berperan sebagai pelaku yang secara aktif melakukan suatu tindakan yang dikemukakan dalam predikat (P) kepada objek (O).

Ciri-ciri Kalimat Aktif

Berikut ini beberapa ciri lain dari kalimat aktif, yaitu:

  1. Memiliki Imbuhan me- ataupun ber- pada predikatnya

    Jika masih sering kesulitan dalam membedakan subjek yang melakukan pekerjaan atau dikenai pekerjaan, kamu bisa juga mendeteksi kalimat aktif dari imbuhan yang membentuk predikatnya. Pada sebuah kalimat aktif, imbuhan me- ataupun ber- cenderung mengikat predikat yang menggambarkan suatu tindakan ataupun pekerjaan dalam sebuah kalimat.

    Contoh :
    Ibu (Subjek) menggandeng tangan (Predikat) Salsa (Objek) selama berbelanja di pusat perbelanjaan. (Ket. Waktu)

  2. Predikatnya dapat berupa kata Aus

    Yang dimaksud kata aus adalah kata yang tidak memerlukan lagi kata imbuhan saat menjadi predikat. Jika ditambahkan imbuhan, makna kata tersebut menjadi berubah dan tidak sesuai lagi dengan kalimat yang dimaksud.

    Kalimat aktif yang memakai kata aus di posisi predikatnya cenderung akan menjadi kalimat aktif intrasitif, meskipun ada juga beberapa kasus yang kalimat berpredikat kata ausnya dapat dibubuhi objek sehingga bisa diubah ke bentuk pasif.  Beberapa contoh kata aus, antara lain tidur, makan, tinggal, dan mandi. Jika kata-kata tersebut dipaksa mendapat imbuhan me- ataupun ber-, maknanya bisa berubah jauh. Jadi, jika pada sebuah kalimat kamu menemukan kata-kata aus ini di bagian predikat, sudah bisa dipastikan kalimat tersebut adalah kalimat aktif.

    Contoh :
    Ia (Subjek) tinggal (Predikat) di Semarang. (Ket. Tempat)

Jenis-jenis Kalimat Aktif

Kalimat aktif Intransitive

Kalimat aktif intransitive merupakan sebuah kalimat aktif yang memerlukan sebuah objek yang mendapatkan tindakan dari subjeknya.

Contoh :

Ayahku memberi Damar uang saku sebesar Rp. 10.000,-

  • Ayahku = Subjek
  • Memberi = Predikat
  • Damar = Objek

Pada kalimat diatas, “Ayah” yang merupakan subjek melakukan tindakan kepada “Damar” yang merupakan objek.

Kalimat aktif ekatransitive

Kalimat ini memerlukan objek namun tidak memiliki pelengkap. Dengan kata lain, Kalimat ini hanya memiliki 3 unsur yaitu Subjek, Predikat dan Objek.

Contoh :

  1. Bagus membaca sebuah majalah
  2. Andi memperbaiki motor
  3. Ibu menanak nasi.

Kalimat aktif Intransitive

Pada kalimat ini objeknya tidak dimunculkan sebagai penerima perbuatan subjek. Namun biasanya kalimat ini diikuti oleh pelengkap dan keterngan.  Kalimat ini biasanya memiliki Pola S-P atau S-P-K.

Contoh :

  1. Laras sedang menulis di dalam kamar.
  2. Ibu sedang menjahit dengan sangat hati-hati.
  3. Adik belajar dengan giat.

Kalimat aktif dwitransitif

Pada kalimat ini memiliki satu predikat dan mengharuskan kehadiran objek dan pelengkap. kalimat aktif dwitransitif mempunyai empat unsur Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), dan Pelengkap (Pel). Jika salah satu dari ke empat unsur ini tidak terpenuhi, maka kalimat menjadi rancu atau kehilangan makna.

Contoh :

  1. Ayah mengirimi uang kepada Azka setiap bulan.
  2. Kakak selalu mengunjungi ibunya yang ada di luar negeri.
  3. Ibu menguras bak air seminggu sekali.

Kalimat Pasif

Pengertian Kalimat Pasif

Kalimat pasif merupakan sebuah kalimat yang subjeknya mendapat/dikenai suatu tindakan yang berupa predikat oleh objek.

Ciri-ciri Kalimat Pasif

Berikut ini merupakan ciri-ciri lain dari kalimat pasif :

  1. Predikatnya cenderung memiliki imbuhan di-, ter-, atau ke-an

    Jika kamu menemukan kalimat yang bagian predikatnya dibubuhi ketiga imbuhan ataupun afiks di atas, sudah bisa dipastikan kalimat tersebut tergolong pasif. Hal ini karena ketiga afiks tersebut secara tidak langsung membuat subjek menjadi pihak yang dikenai atau menjadi “korban”.

    Contoh :

    Koruptor tersebut (Subjek) dibekuk (Predikat) oleh penyidik KPK (Objek) melalui operasi tangkap tangan. (Ket. Cara)

  2. Memiliki Pronomina Persona yang Bergabung dengan Predikat

    Pronomina persona merupakan sebuah kata ganti untuk merujuk orang pertama, kedua, maupun ketiga, yaitu ku-, kau-, ataupun –nya.Di dalam kalimat, pronomina persona biasa merujuk ke posisi subjek ataupun objek. Namun apabila letaknya bergabung dengan predikat, bisa dipastikan bahwa kalimat tersebut tergolong pasif karena pronominal personanya mengarah ke objek.

    Contoh :
    Buku itu (Subjek) dibacanya (Predikat+Objek) berulang kali. (Ket. Cara)

Cara Merubah Kalimat Aktif menjadi Kalimat Pasif

Merubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif :

  1. Subjek pada kalimat aktif berubah menjadi objek pada kalimat pasif.

    Contoh :
    Andi Menabrak Alif di depan ruang kelas.(Aktif)
    Alif ditabrak oleh Andi di depan ruang kelas. (Pasif)

  2. Predikat yang berawalan me- berubah menjadi berawalan di-/ter-

    Contoh :
    Tamia mengabaikan kebun bunga yang cantik itu.(Aktif)
    Kebun bunga yang cantik itu terabaikan oleh Tamia. (Pasif)

  3. Kalimat aktif tidak berobjek tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif.

Baca juga

Cara menentukan kalimat utama

Contoh penggunaan huruf kapital

Cara Merubah Kalimat Pasif menjadi Kalimat Aktif

Merubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif :

  1. Subjek pada kalimat pasif diubah menjadi objek pada kalimat pasif

    Contoh:
    Perlombaan itu dimenangkan oleh mereka. (aktif)
    Mereka memenangkan perlombaan itu. (pasif)

  2. Awalan prediket di-/ter-/ke-an diubah menjadi ber-  atau me-

    Contoh:
    Mawar itu ditanam oleh ibuku. (aktif)
    Ibu menanam mawar itu.(pasif)

  3. Kata ganti ku- dirubah menjadi Aku.

    Contoh:
    Apel itu sudah kumakan.(aktif)
    Aku sudah memakan apel itu. (pasif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *