6 Macam Linux Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

macam macam linux

1. Linux Fedora

Kelebihan dari Linux Fedora ialah :

  1. Distro yang mapan, aman, dan padat feature.
  2. Digunakan sangat luas (sekitar 50 persen para pengguna Linux di Indonesia) dan populer (terutama di Amerika)
  3. Dukungan yang baik, inovatif, dekstop yang bagus, tool konfigurasi.
  4. Tingkat security yang baik yaitu adanya paket SELinux (Security-Enchanced Linux)

Kekurangan dari Linux Fedora ialah :

  1. Tidak sestabil Debian atau Slackware untuk server.
  2. Tidak semudah dan semutakhir Suse atau Mandrake untuk penggunaan dekstop.
  3. Fedora ada distribusi untuk keperluan umum.
  4. Multimedia yang kurang (secara default) tidak dapa memutar format Windows Media, MP3, atau DVD.

2. Linux Debian

Kelebihan Linux Debian  :

  1. Paket Debian dikenal super-stabil yang artinya bukan merupakan paket “state of the art”.
  2. Sistem pemeliharaan paket berbasis program “APT” yang canggih
  3. Pemeliharaan sistem (update) dapat ditangani dengan campur tangan sisadmin yang sangat minim
  4. Sistem hanya di-reboot setelah mengganti kernel, mati listrik, atau pergantian perangkat keras, berbeda dengan system operasi windows pada saat update system harus di-reboot terlebih dahulu.
  5. Non komersial yang dihasilkan oleh para sukarelawan dari seluruh dunia yang saling bekerjasama melalui Internet, sehingga dapat dikembangkan atau dipakai secara gratis.

Kekurangan Linux Debian :

  1. Siklus pengembangan distro sangat konservatif alias lambat
  2. Para pengebang tidak mengenal istilah “dead line” sehingga jangka waktu antar rilis dapat bertahun-tahun.

3. Linux Slackware

Kelebihan Linux Slackware :

  1. Pembuatan paket pada slackware sangat sederhana dibandingkan paket-paket seperti RPM dan Debian. Paket lebih mirip dengan kompresi root direktori ditambah beberapa file lain yang diletakkan di direktory /install.
  2. Distro ini termasuk distro yang cryptic dan manual sekali bagi pemula Linux, tapi dengan menggunakan distro ini beberapa penggunanya dapat mengetahui banyak cara kerja sistem dan distro tersebut.
  3. Lebih dekat dengan gaya UNIX, sederhana, stabil, mudah dikustom, dan didesain untuk komputer 386/486 atau lebih tinggi.

Kekurangan Linux Slackware :

  1. Aplikasi-aplikasi grafis untuk mengkonfigurasi distro ini bisa dibilang minim, karena pada dasarnya GUI jauh lebih kompleks dan memakan lebih banyak penggunaan memory dibandingkan penggunaan perintah konsol pada umumnya,
  2. Pengguna harus memastikan sendiri bahwa sistem telah memiliki semua perpustakaan sistem dan program-program yang dibutuhkan oleh paket baru (yang akan diinstal). Jika ada yang kurang, mungkin tidak ada indikasi sampai pengguna berupaya untuk menggunakan perangkat lunak yang baru diinstal.

Slackware sendiri tidak mempunyai alat untuk secara otomatis menata dependensi bagi pengguna dengan secara otomatis dengan mengunduh dan menginstalnya, beberapa perangkat lunak pihak ketiga ada yang dapat memberikan fungsi ini, mirip dengan cara APT di Debian.

4. Linux RPM

Kelebihan Linux RPM :

  1. Mereka hadir seragam, cara mudah bagi pengguna untuk menginstal dan menghapus program dengan perintah tunggal.
  2. Ada banyak antarmuka populer, baik perintah-line dan grafis.
  3. Instalasi non-interaktif memudahkan untuk mengotomatisasi.
  4. Repositori RPM khas (tempat paket-paket yang tersedia secara publik) berisi ribuan aplikasi gratis.
  5. PatchRPMs dan DeltaRPMs, sama RPM dari file patch, secara bertahap dapat meng-update software RPM dan diinstal tanpa perlu paket yang asli.
  6. Merupakan sebuah perangkat lunak untuk memanajemen paket-paket pada sistem Linux kita dan dianggap sebagai standar de-facto dalam pemaketan pada distro-distro turunannya dan yang mendukung distro ini secara luas.
  7. Penanganan fi le konfi gurasi. Hal ini diperlukan terutama dalam upgrade dan uninstalasi.
  8. Mudah untuk digunakan, dan sekaligus mudah dalam pembuatan paket program.

Kekurangan Linux RPM :

  1. Kurangnya konsistensi dalam nama paket dan konten yang dapat membuat ketergantungan otomatis penanganan sulit.
  2. Lambat karena menggunakan bahasa
  3. Penulisan ulang dalam bahasa C dibutuhkan.
  4. Masih juga dengan desain database yang lemah.
  5. Terlalu besar dan boros karena membutuhkan Perl. Hal ini paling terasa dalam instalasi sistem karena dahulu, instalasi dilakukan dari disket.
  6. Tidak mendukung multi architecture.
  7. Format paket yang kaku.

5. Linux Suse

Kelebihan :

  1. Salah satu keunggulan utama dari OpenSUSE dibandingkan distro Linux lainnya adalah kelengkapan pustaka dan berlimpahnya software yang disertakan. Bersama
  2. Red Hat, SUSE adalah distro Linux versi awal yang terus bertahan dan berkembang hingga sekarang
  3. Stabil serta mudah dalam pendeteksian perangkat keras
  4. Murah atau bahkan free (Open Source)
  5. Bebas Virus
  6. Kemudahan dalam Update

Kelemahan :

  1. Secara default opensuse 10.2 tidak bisa memutar file mp3 dg menggunakan aplikasi xmms
  2. Cara penginstallan yang cukup rumit
  3. Beberapa hardware tidak mendukung untuk penggunaan OpenSuse 10.2

6. Linux Madriva

Kelebihan :

  1. Mudah digunakan untuk pengguna Linux yang newbie atau masih baru
  2. berkenalan dengan dunia Open Source.
  3. Sudah ada Mandriva Control Centernya.
  4. Deteksi Hadware yang lumayan memuaskan.
  5. Distro Linux dengan tampilan Desktop yang user friendly.
  6. Serta paket-paket software RPM nya yang mudah di dapat.

Kekurangan :

  1. Kebutuhan sumber daya prosesor dan memori yang ‘rakus’ dibandingkan dengan distro lainnya misalnya Linux Slackware.
  2. Jika di bandingin dengan ubuntu, paket aplikasi nya kalah banyak, karena mandriva/mandrake hanya memerlukan paket yang sudah terbukti di pakai oleh orang banyak.
  3. Jika di bandingin soal desktop, pengguna ubuntu lebih banyak (sekarang ini)
  4. daripada mandriva, karena ubuntu sebelumnya memberikan cd ubuntu gratis ke orang lain. Di bandingkan dengan distro linux yang tidak memberi cd gratis.
  5. Soal server, masih kalah dengan kakanya si Redhat/Fedora/Centos. meskipun demikian, banyak juga yang menggunakan mandriva sebagai server, karena kemudahan settingnya.
  6. Kalo rata-rata distro linux lainnya punya pakem sendiri-sendiri, mandriva tidak.
  7. mandriva lebih flexible, dalam artian, mandriva bias menerima paketan aplikasi dari distro lainnya.

7. Linux Free BSD

Kelebihan :

  1. Bersifat opensource (bisa di download langsung dr freebsd.org).
  2. Memiliki sistem software third-party yang memberikan kemudahan yang berarti bagi para user untuk menambah atau menghapus aplikasi-aplikasi. Para user cukup mengeksekusi satu baris perintah dan aplikasi-aplikasi dengan sendirinya di-download, dicek integritasnya, di-build, dan diinstall secara otomatis. Tugas-tugas administrasi sistem menjadi sangat praktis dan mudah.
  3. Secure, powerfull, mendukung patch dan update, disertai port dan package u/ memudahkan install software lain, disertai firewall, dan ada team yang akan selalu develop OS FreeBSD.
  4. Sistem stabil untuk database, server internet, intranet, fill-server, intranet client, pengembangan java.,FreeBSD dpt berjalan lebih cepat dari Linux dalam beberapa bagian misal sbg server NFS,Termasuk s. operasi yg hemat karena fersi gratisnya.

Kekurangan :

  1. Free BSD tidak dpt digunakan pada mikro karnal lam PC IBM.
  2. Tidak mendukung ISA-plug-and-ply-card.
  3. Kecilnya basis developer dan pemakai yang mencari bug/kelemahan program.
  4. Belum jelas masa depannya untuk server database dan sistem operasi desktop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *