Pantun Talibun : Pengertian, Ciri-ciri, Tema dan Contohnya

talibun

Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Pantun Talibun. Pantun talibun adalah salah satu bentuk puisi lama selain seloka. Talibun sendiri lebih mirip pantun karena memiliki sampiran dan isi. Akan tetapi talibun berbeda dengan pantun biasa karena mempunyai lebih dari 4 baris. Biasanya terdiri dari baris genap seperti 4 baris, 6 baris, 8 baris, dan 10 baris. Talibun 8 baris adalah yang paling populer. Berikut penjelasannya :

Pengertian Talibun

Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari 4 baris ( mulai dari 6 baris hingga 20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, dstnya.

-wikipedia

Ciri-ciri Talibun

Sama seperti puisi lama atau pantun yang lain, talibun juga mempunyai ciri-ciri. Berikut ciri-ciri talibun lengkap :

  1. Merupakan jenis puisi bebas
  2. Berfungsi menjelaskan suatu perkara
  3. Berisi suatu perkara yang diceritakan secara rinci
  4. Tidak ada pembayang, setiap rangkap dapat menjelaskan suatu keseluruhan cerita
  5. Menggunakan puisi lain/pantun dalam pembetukannya
  6. Bersajak abc-abc, abcd-abcd
  7. Gaya Bahasa yang luas dan lumrah (memberi penekanan pada Bahasa yang berirama seperti pengulangan dll)
  8. Mempunyai jumlah baris genap, jika terdiri dari 6 baris maka 3 baris pertama merupakan sampiran dan 3 baris berikutnya merupakan isi, jika 8 baris maka 4 baris pertama merupakan sampiran 4 baris terakhir isi
  9. Antara baris pertama, kedua, ketiga, dan keempat harus saling berhubungan dan jangan sampai ada tolak belakang atau ketidakcocokan sama sekali.

Baca juga

Contoh Puisi Gunung Meletus

Pengertian dan Jenis-jenis Klausa

Tema Talibun

  1. Menceritakan keajaiban sesuatu
  2. Menceritakan kecantikan seseorang
  3. Menceritakan kelakuan dan sikap manusia
  4. Menceritakan kelakuan di masa lalu
  5. Menceritakan kebesaran suatu tempat

Contoh Talibun

Talibun 6 baris

(1)Burung elang terbang tinggi

Membidik mangsa di daratan Jawa

Makanan hilang di tengah rawa

Wahai kalian para muda mudi

Jangan lengah dan terperdaya

Dengan rayuan sesat dunia

 

(2)Melihat guru sedang mengajar

Mengajar agama dengan telaten

Hingga fajar berubah petang

Kalau engkau rajin belajar

Siapkan bekal tuk masa depan

Insya Allah semua menjadi terang

 

(3)Bunga mawar telah merekah

Jangan memetik tanpa meminta

Bisa terluka nanti di tangan

Wahai pemuda janganlah lemah

Gapailah sejatinya cinta

Agar bisa mewarnai kehidupan

Talibun 8 baris

(1)Roti Buaya dari Jakarta

Kudapat dari pamannya Jaka

Lalu roti pun kubawa pulang

Pulang menuju kota Mataram

Langit kini berwarna jingga

Pertanda senja pun telah tiba

Dan mentari pun harus berpulang

Ke arah barat tempat terbenam

 

(2)Begitu terang sinar sang surya

Membuat silau di mata ini

Kulit tubuhku pun kepanasan

Oleh sinarnya yang panas cerah

Arjuna itu anak ketiga

Putranya Pandu dan Dewi Kunti

Dia punyai paras yang tampan

Dan sangat lihai dalam memanah

 

(3)Di kolam ada bunga seroja

Seroja itu berwarna putih

Putih warnanya sangat cemerlang

Membuat kolam indah selalu

Hatiku kini tengah gembira

Karena telah jumpa kekasih

Kekasih yang lama telah menghilang

Hilang dan pergi dari diriku

 

Demikian materi tentang puisi lama talibun, jangan lupa baca materi Bahasa Indonesia yang lainnya di blog ini. Terima kasih, semoga bermanfaat.

 

Sumber dan referensi

wikipedia & dosenbahasa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *