Penggunaan Tanda Baca Titik, Koma, dan Titik Dua

penggunaan tanda baca

Penulisan kata dalam kalimat harus memperhatikan kaidah kebahasaan yang berlaku. Untuk itulah, Anda harus memahami beberapa aturan dalam penulisan kalimat salah satunya adalah penggunaan tanda baca.

Berikut adalah beberapa aturan penggunaan tanda baca dalam teks tertulis untuk format resmi

Tanda titik (.)

Fungsi dan pemakaian tanda titik sebagai berikut.

  • Untuk mengakhiri sebuah kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan
  • Digunakan pada akhir singkatan nama orang
  • Diletakan pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan
  • Digunakan pada singkatan atau uangkapan yang sudah sangat umum
  • Digunakan di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar

Tanda koma (,)

Tanda koma digunakan untuk memisahkan

  • Unsur unsur dalam suatu perincian atau pembilang.
  • Anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat.
  • Petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

Tanda titik dua (;)

Pemakaian tanda titik dua sebagai berikut

  • Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian.
  • Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
  • Tanda titik dua dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukan pelaku dalam percakapan.
  • Tanda titik dua dipakai antara jilid atau nomor dan halaman, bab, dan ayat dalam kibat suci, judul dan anak judul suatu karangan, serta nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.

Menggunakan Ejaan dan Tanda Baca

Penulisan judul, kalimat, paragraf, hingga teks harus memerhatikan ejaan dan tanda baca sesuai kaidah Bahasa Indonesia yang baku. Adapun aturan penggunaan beberapa tanda baca yang lain sebagai berikut.

Tanda hubung (-)

Tanda hubung digunakan sebagi berikut.

  • Untuk menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian beris.
  • Untuk menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris.
  • Untuk menyambung unsur-unsur kata ulang.
  • Untuk menyambung bagian-bagian tanggal dan huruf dalam kata yang dieja satu satu.
  • Untuk merangkai
  • Se- dengan kata berikutnya yang dimulai huruf kapital.
  • Ke- dengan angka.
  • Angka dengan angka.
  • Kata atau imbuhan dengan singkatan huruf berkapital.
  • Kata ganti yang berbentuk imbuhan.
  • Gabungan kata yang merupakan kesatuan.
  • Untuk merangkai unsur Bahasa Indonesia dengan Bahasa asing.

Tanda Petik ( “” )

  • Untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain
  • Untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus
  • Untuk mengapit judul, puisi, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat

Tanda pisah atau aposisi (–)

  • Untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat.
  • Untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atu keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
  • Sebagai tanda pisah di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.

Referensi : buku latihan ujian bahasa indonesia tahun 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *